Cari Info Peluang Usaha di Google

2017-06-17

Kesulitan Pupuk, Peroleh Berkah Kopi Organik Gunung Puntang Banjaran

Kafe dengan sajian utama aneka menu kopi, juice buah dan makanan ( Coffee & Eatery) ini berada di antara toko KencanaOnline yang terletak di selatan Bandung. Uniknya, meja bagi para pengunjung berada diantara rak dan stand berbagai produk hasil dari guna (reuse) dan daur ulang (recycle) limbah maupun sampah. Terdapat antaranya furniture dari limbah drum, mesin kompos dari mesin cuci bekas, kompor tabung dari limbah pompa air, alat pembuat kompos dari tong bekas, media tanam pohon kopi dari drum bekas, tangki panen air hujan dari IBC tank serta aneka produk 3 R ( Reuse, Reduce, Recycle ) lainnya.







Pangan Organik dari Kemelimpahan Kompos

Daur ulang limbah organik menjadi kompos bagi pertanian padi dalam pot ( sawah portabel), taman vertikal tanaman obat dan hias maupun pot kopi cukup menonjol terlihat di beberapa bagian area toko KencanaOnline ini. Peranan kompos dari berbagai proyek toko KencanaOnline sejak tahun 2005 kini telah tersebar antara lain memupuk puluhan Ha sawah di Ciparay menghasilkan beras dan bekatul organik maupun puluhan Ha kopi di Banjaran dan Pangalengan menghasilkan kopi specialities Preanger organik. Dengan begitu, saat pengunjung menikmati sajian kopi dan kue balok dari bekatul organik, sekaligus bisa membayangkan tahapan secangkir kopi sejak bentuk bibit, saat berbuah, proses sangrai (roasting) hingga siap dinikmati diatas meja..

 
Berbagai pilihan menu kopi disajikan di Kafe ini oleh seorang barista yang terlihat handal. Dari kecakapan dan pengalamannya tersajilah resep V60, Flat bottom, Coffee Latte, Capucinno, kalta wave, Vietnam drip hingga syphon. Bahkan resep syphon, didahului dengan proses pemanasan air menggunakan etanol limbah buah, menambah aroma khas buah yang menjadi bahan pembuatan etanolnya. Pengunjung dapat memesan syphon kopi aroma jeruk, mangga maupun etanol buah kesemek.

 

Etanol dari Limbah Buah Manis


Bahan pembuatan etanol buah sendiri adalah limbah dalam penyajian Juice buah menggunakan mesin juicer yang difermentasi fakultatif, kemudian di destilasi dalam alat penyulingan dengan bahan bakar biogas. Berada di Kafe dan toko yang kental dengan konsep pelestarian lingkungan ini, disamping bisa mendiskusikan aneka produk dan teknologi pengolahan sampah serta 3 R, makin dikuatkan dengan hadirnya pilihan sajian kopi, beras dan juice buah sehat serta, tentunya, tanpa produksi limbah.


Kopi Banjaran, Berkah dari Kesulitan Pupuk

 
Model kopi organik antaranya dilakukan para petani kopi di Gunung.Puntang, Kecamatan Cimaung, Banjaran, Bandung Selatan. Bagi penikmat kopi asli (Coffeeholic) cobalah secangkir kopi yang berasal dari Gn.Puntang tersebut, dan rasakanlah sensasinya. Selain lidah anda dimanjakan dengan nikmatnya kopi dari Gn.Puntang anda juga akan merasakan manfaat dari meminum kopi asli,

Gunung Puntang selain memiliki Pesona Alam yang Indah, saksi sejarah per-telekomunikasian dari jaman kolonial Belanda, juga mempunyai kopi yang konon merupakan kopi yang pernah terkenal sampai ke benua Eropa dan Amerika dari jaman diberlakukannya Preanger Stelsel oleh bangsa Belanda di tanah Pasundan.

Setiap hari para petani kopi berangkat ke kebunnya tanpa mengenal cuaca, kepanasan dan kehujanan adalah biasa. Baik petani muda maupun tua berjibaku di kebunnya masing-masing. Dengan keterbatasan ekonominya mereka mencari rejeki dari bertanam kopi.

Dengan latarbelakang itu, ternyata kemudian jadi rahmat berkah ( blessing in disguise), ketidakmampuan mengadakan pupuk kimia telah memaksa sumber nutrisi yang digunakan oleh para petani kopi 100% pupuk organik.


Kopi Juara

Hanya menggunakan kotoran domba dan rumput serta daun-daunan yang ada di areal kebun yang didekomposisi menjadi kompos sebagai sumber nutrisi andalannya. Itulah kisah kopi yang kemudian dalam lelang kopi terbesar di Amerika Serikat, kopi gunung puntang mendapat nilai uji cita rasa 86,25.
Dari 74 sampel dalam kontes tersebut, terpilih 20 besar sampel dengan skor paling tinggi. Enam di antaranya berasal dari selatan Bandung, yakni Gunung Puntang (yang dikembangkan Ayi Sutedja, juara), Mekar Wangi (Wildan, peringkat kedua), Malabar Honey (Slamet P, posisi keempat), Java Cibeber (Asep, urutan ke-9); West Java Pasundan Honey (Dedi Gunung Tilu, ke-11); Andungsari (Wildan, ke-17). Beragam aroma buah tropis, sedikit asam, hingga manis di akhir seruputan membuat kopi itu menjadi yang terbaik di antara 17 jenis kopi spesial Indonesia.

Kopi gunung puntang sebelumnya nyaris tak terdengar. Kopi ini ditanam di lembah antara Gunung Puntang dan Gunung Tilu di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Namanya tenggelam di antara kopi sumatera, papua, bali, hingga sulawesi. Namun kini, rasakan sensasinya kopi Banjaran beragam aroma agak rasa asam namun manis diujung seruputan ........(*)









1 komentar:

  1. Lokasi, Jl Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung Selatan 40376, kapasitas ( Halal bilhalal, buka bersama/ Ifthor Jama'i, pertemuan lainnya hingga 200 -250 orang peta jalan,

    Reservasi Telp +62-22- 87800115 SMS/ WA: +62 8112220116 - 81 572 527 115, Faximili: +62 22 5946236,

    BalasHapus