Cari Info Peluang Usaha di Google

2010-12-04

Pasar Pupuk Organik Berkembang, Bahan Baku Kompos Kurang

Produsen Kekurangan Kompos

BANDUNG, (PR).-
Produsen pupuk organik di Jabar sampai saat ini masih mengalami kekurangan kompos yang menjadi bahan baku utama pembuatan produk mereka. Sehingga banyak peluang pasar yang belum termanfaatkan, karena kesulitan meningkatkan produksi dengan jumlah kompos yang terbatas.

"Untuk menutupi kekurangan, banyak produsen pupuk organik yang membeli kompos dari Jateng. Tapi itu pun masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan pasar yang tersedia," ujar Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI) Jabar, Sonson Garsoni, Jumat (6/3).

Dikatakan, saat ini produksi pupuk organik di seluruh Jabar 529 ton per hari. Jumlah itu sebagian besar diserap oleh BUMN-BUMN yang menjadi pelaksana program subsidi pupuk pemerintah. Itu pun sebenarnya belum terpenuhi, karena kuota untuk Jabar kurang lebih 700 ton per hari.

Sebagian lainnya dijual ke perkebunan-perkebunan di luar pulau Jawa, terutama perkebunan di Sumatra dan Kalimantan. Selain itu pupuk organik Jabar juga diekspor ke Myanmar, Vietnam, Thailand, dan Jepang.

"Jumlah yang diekspor masih relatif kecil, kurang lebih 200 ton per bulan. Ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Peluang untuk eskpor ini masih sangat terbuka, karena dari waktu ke waktu permintaannya terus meningkat," katanya.

Ditambahkan, penjualan ekspor sebetulnya tidak dilakukan secara sengaja. Karena awalnya dimaksudkan hanya sebagai jalan keluar, akibat minimnya daya serap pupuk organik di Jabar. Ternyata, pupuk organik kurang dilirik petani Jabar karena kalah pamor dengan pupuk anorganik, pupuk organik Jabar banyak diminati oleh petani-petani di negara tetangga.

"Pendeknya, pasar untuk pupuk organik Jabar sekarang ini lagi bagus-bagusnya. Sebaiknya ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat Jabar, paling tidak dalam bisnis turunannya seperti kompos," katanya. (A-135)***

http://pr.qiandra.net.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=63037

1 komentar:

  1. Budi Sufyan, Pekalongan , 0852269113117:25 AM

    saat ini saya telah memproduksi kompos, namun masih kesulitan pemasarannya, padahal stok 100 ton siap antar,bagaimana bisa membantu pemasarannya? dibalas

    BalasHapus