Cari Info Peluang Usaha di Google

2007-12-14

Komposter Elektrik Biophoskko Diluncurkan Di Batam

Ubah Mesin Cuci Seken Jadi Mesin Kompos Komposter
Sabtu, 15 Desember 2007
BATAM (BP) - Mesin cuci rusak dan tak bisa dipakai lagi ternyata bisa disulap jadi mesin kompos (mesin untuk produksi pupuk organik). Limpah ruah barang seken dari Singapura di Batam, jadi inspirasi bagi Sonson Garsoni mengubah mesin cuci rusak jadi bermanfaat. Uniknya mesin kompos bikinannya punya nilai jual setara dengan mesin cuci baru. Sekitar Rp1,5 juta-an dan digaransi 1 tahun. Berikut kisahnya.

Ide membuat mesin kompos dari mesin cuci rusak itu muncul di benak Sonson Garsoni (47) sekitar enam bulan lalu. Saat itu kerja sama Batam-Bandung baru terjalin dan Sonson Garsoni yang tinggal di Bandung jadi sering bolak balik ke Batam.

”Sebagai orang luar Batam, pasti yang dicari, ada apa sih di Batam. Dari internet, saya tahu kalau di Batam banyak sekali spare part asal Singapura. Pas di Batam saya langsung tertarik pergi ke Tanjungsengkuang untuk lihat-lihat barang seken,” kata Sonson Garsoni kepada Batam Pos, Kamis (13/12).

Melihat banyak mesin cuci seken, makin mantaplah keinginannya membuat mesin kompos. Mengubah mesin cuci rusak jadi mesin kompos yang dinamai oleh Sonson Komposter Electric Phoskko. (KE 100L) Komposter elektric tidaklah semudah yang dibayangkan. Secara teknik, kumparan dan kapasitor serta lainnya yang ada di mesin cuci di-upgrade sampai lima kali lipat. ”Sistem kerjanya sudah beda jauh dengan mesin cuci. Boleh dibilang bodinya saja yang full dipakai,” kata Sonson, jebolan Institut Pertanian Bogor.

Bila pada mesin cuci ada proses perendaman, pemutaran, pembilasan dan pengepresan serta pengeringan. Maka pada mesin kompos hanya pemutaran dan pengepresannya. ”Yang saya ciptakan adalah bagaimana kecepatan pemutaran diperlambat, tempo pemutarannya diperpendek, kapasitasnya besar dan bisa berputar tanpa air. Yang juga beda yaitu adanya sistem aerasi atau masuknya oksigen ke dalam mesin kompos secara maksimal,” tambah Sonson di kantornya, Green Land Blok I, Batam Centre.
Kata Sonson, sistem aerasi ini berperan penting dalam mengubah sampah organik menjadi kompos.

Sebab saat membuat kompos di mesin ini juga pakai aktivator (mikroba pengurai sampai dengan populasi satu miliar mikroba per gramnya, red) plus penggembur dari aneka serbuk mineral. ”Mesinnya sendiri hanya sebagai pencampur dan media penyimpan saja, yang mengubah sampah organik jadi kompos aktivator dan penggemburnya,” kata Sonson.

Untuk membuat kompos dengan komposter elektric cukup mudah, praktis dan cepat. Sampah dengan maksimal berat 10 kilogram dimasukkan, ditambah aktivator dua sendok teh plus penggembur. Putar selama 10 menit, sebanyak lima kali sehari. ”Dalam tempo lima hari sampah organik rumah tangga bisa jadi kompos,” katanya.

Jauh sebelum punya ide bikin mesin kompos elektrik di Batam, Sonson Garsoni memang konsen dengan persoalan sampah. Tepatnya tahun 2005, ada tragedi TPA Leuwi Gajah di Bandung yang longsor. (ann)
Disalin dari Batam Pos, 15 Desember 2007, Klik naskah asli disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar