Cari Info Peluang Usaha di Google

2007-02-23

Biakan Inokulan Mikroba Bahan Aktivator Kompos Di Malaysia

Malaysia Pakai Komposter Bandung
Sabtu, 24/02/2007
BANDUNG (SINDO)- Pemerintah Malaysia sepakat untuk memproduksi activator composter atau mikroba bagi proses pengkomposan sampah,dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan PT Sinar Kencana Bandung.

Konsortium Melayu Selayang Berhad (KMSB) sepakat menginvestasikan dananya sebesar 1 juta ringgit Malaysia atau setara Rp2,6 miliar (kurs Rp2.600/ringgit) untuk pengembangan dan produksi mikroba di Malaysia. Direktur PT Sinar Kencana (SK) Sonson Garsoni mengatakan, pihaknya selaku produsen komposter telah menjalin kesepakatan dengan KMSB untuk memproduksi komposter di Malaysia. Dalam pelaksanaannya, KMSB sendiri akan merangkul University Of Malaya.


”Kesepakatan akhir dengan pihak Malaysia sudah dilakukan, Kamis (22/2) di Braga Permai Restoran.Sedangkan MoUnya direncanakan akan ditandatangani di Kualalumpur, 15 Maret mendatang. Perjanjian ini akan berlaku selama lima tahun,” kata Sonson kepada SINDO,kemarin. Sonson Garsoni menjelaskan, pengembangan mikroba di Malaysia tersebut terkait dengan ketat dan konsistennya Pemerintah Malaysia dalam menerapkan peraturan karantinanya melalui permite import atas semua produk pupuk, mikroba dan kompos.

Sonson mengaku, pihaknya kesulitan mengekspor mikroba karena terikat aturan tersebut. Padahal Malaysia merupakan salah satu pengimpor komposter terbesar untuk menyelesaikan persoalan sampah di Negeri Jiran tersebut. ”Dengan adanya kerjasama ini, permasalahan tersebut dapat dituntaskan,” ujar Sonson. Melalui kerjasama ini, papar Sonson, PT Sinar Kencana selaku produsen activator, biophoskko, komposter serta green phosko bulking aset (alat dan bahan komposter) bertanggung jawab melakukan transfer teknologi, training, technical asistence, support promotion dan after sales service.

”Sebelumnya, sangat sulit mengirim komposter ke Malaysia, termasuk dari Jepang sekali pun. Dengan kerjasama ini, Kita dengan mudah masuk. Ini satu keuntungan tersendiri bagi Indonesia,” tandas Sonson.( deni mulyana)
--------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar