| ||
| ||
Untuk Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu BANDUNG, (PR).- Padahal, menurut Sonson Garsoni Ketua Bidang Pertanian Kadin Jabar, sarana dan prasarana tentang pemasaran produk dinilai sangat penting guna mengembangkan dan merealisasikan sistem pertanian agribisnis terpadu di Jabar. Sarana pemasaran tersebut, mencakup sedikitnya empat hal. Antara lain, pertama, membantu petani melakukan procesing hingga mencapai final produk. Kedua, mendekatkan jarak transaksi perdagangan antara produsen dengan konsumen serta membantu memenuhi standar konsumen. Ketiga, membantu ketepatan waktu pesanan dengan mengandalkan fasilitas pergudangan. Terakhir, mempermudah kesepakatan pembiayaan serta pembayaran transaksi antara petani dengan konsumen. ”Inilah kunci agribisnis di era global. Selama ini, pemerintah sangat lemah dalam membantu sarana pemasaran tersebut. Sepanjang empat hal itu tidak dilaksanakan, maka banyak rantai ekonomi (perantara) yang memakan high cost production,” jelas Sonson ketika ditemui di kantornya di Bandung, Kamis (25/7) kemarin. Bahkan jika program ”terminal agribisnis” yang diluncurkan pemerintah mengandung empat unsur tadi, dijamin pelaksanaan sistem agribisnis di lapangan dapat berhasil baik. Sayangnya, sambung dia, imej yang berkembang saat ini menyatakan terminal agribisnis itu sekedar pusat pasar komoditas pertanian yang mempertemukan produsen dan konsumen. Dalam teknisnya, ia menjelaskan, tidak berarti pemerintah menjadi pelaku agribisnis. Melainkan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penetapan regulasi, yakni yang mendukung terhadap usaha petani serta kepuasan konsumen? Sehingga hasilnya dapat mengundang banyak investasi yang masuk di sektor pertanian. Tanpa diundang pun, dengan iklim usaha yang kondusif lewat mekanisme pasar dijamin investasi bakal datang sendiri. Terlebih terciptanya iklim tersebut, menjadi faktor pendukung bagi pengusaha dalam memanfaatkan potensi bisnis komoditas pertanian. Hal itu secara langsung bisa membantu meningkatkan perekonomian nasional. Tetapi, tanpa mengesampingkan peluang usaha petani untuk ikut meningkatkan pendapatannya. Dia menyebutkan, iklim kondusif itu seperti membuat peraturan kebijakan yang mendukung terhadap kemajuan usaha pertanian. Salah satunya, mengupayakan skema bank agar produk komoditas petanian termasuk poin coleteral (penjaminan aktiva). ”Terlepas pemerintah ikut berbisnis atau tidaknya, yang penting jangan sampai melaksanakan program agribisnis terpadu dengan sistem keproyekan yang sempat terjadi. Seyogianya petanilah yang menjadi pelaku usaha agribisnis, sedangkan pemerintah sebagai pembuat sistem,” ungkap Sonson. Akibat keproyekan, lanjut dia, relatif banyak gudang-gudang yang kosong, alat mesin pertanian yang tidak termanfaatkan oleh petani, dll. Padahal sarana itu sangat mendukung terselenggaranya sistem agribisnis menyeluruh. (A-67).*** |
Info bisnis adalah kumpulan artikel dan opini di media masa (koran, majalah) yang disajikan bagi kepentingan para peminat memulai usaha. Berisi artikel dan opini aneka peluang bisnis pada katagori pupuk, pupuk majemuk, pupuk kompos, pupuk organik dan berbagai teknologi alat mesin dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Pemilihan sumber berita dari seorang pelaku yang berpengalaman serta aktif pada asosiasi dan Kadin, memiliki kompetensi dalam bidangnya.
2006-04-09
Sarana Pemasaran Produk Agibisnis
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)
Info Bisnis Populer
-
Berburu Kompos Oleh DEWI "DEE" LESTARI SATU pagi saya pergi ke Tani Sugih, toko alat pertanian di Jalan Pasteur. Gara-garanya,...
-
Perlu Perubahan Kebijakan Pengelolaan Sampah Kota Oleh DIDIN HASANUDDIN PERMASALAHAN sampah yang menimpa Kota Bandung masih menyimpan t...
-
Tren kenaikan angka konsumsi akan bahan bakar konvensional (premium, solar) terus menaik sejalan dengan bertambahnya populasi penduduk duni...
-
Berdasar pencermatan Kadin Jawa Barat diketahui terdapat banyak prospek usaha pertanian (agribisnis) yang masih bisa diusahakan pelaku bis...
-
PROFIL No. 48, Tahun X, 4 September 2006 Memupuk Uang dari Sampah Kisah Sonson mengembangkan mesin pembuat kompos Bermula dari usaha p...
-
Produsen Pupuk Kompos Perlu Insentif Bandung-Pemerintah hendaknya memberi insentif bagi usaha kecil menengah yang memproduksi pupuk kompo...
-
TALAGABODAS, (GM).-Jika dalam dua pekan mendatang permasalahan sampah di Kota Bandung tidak diselesaikan, dipastikan Kota Bandung menjadi la...
-
Sederhana, Mengolah Sampah di Rumah Bandung, Kompas - Mengolah sampah di rumah merupakan pekerjaan sederhana. Hal ini diyakini beberapa o...
-
Malaysia dan Indonesia Sepakat Produksi Mikroba BANDUNG, (PR).-Malaysia sepakat memproduksi activator komposter atau mikroba untuk proses...
-
PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Bagi masyarakat ataupun Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berminat untuk mengelolah sampah, hingga menghasilka...
Kontak Info Bisnis
Telp: +62-22-87800115- 5946236, sms +62-811208648- 81572527115, e mail : marketing@kencanaonline.com, Jl. Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung, Skype : kencanaonline1, PIN BB : 288B2931
Selamat Membaca !
Sumber kliping Kencana Newsletter ini berasal dari berita media cetak harian umum (HU) Pikiran Rakyat, Republika, Bisnis Indonesia, Galamedia, Sindo, Tribun, Batam Pos, Tabloid Kontan, Tempo, dan lainnya.
Semoga tetap semangat dan selamat pagi !
Admin
Semoga tetap semangat dan selamat pagi !
Admin
Presentasi pada Seminar Pupuk Di Sahid Makassar Hotel
Seminar pupuk menampilkan Ir Sonson Garsoni dengan topik : " Penggunaan Pupuk Majemuk Tablet (PMLT) Gramalet Pada Pertanian Nasional" di Hotel Sahid Makassar, 1977.
Menjadi nara sumber Dialog Interaktif Pertanian
Sonson Garsoni ketika menjadi narasumber pada Diskusi Interaktif : " Ekses Formalin dan Usaha Mikro" di Bandung TV, 2006
Memasarkan Teknologi Olah Sampah
Sonson Garsoni ketika bersama Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, M.Si mengunjungi stand pameran peserta Gelar Dagang Harganas XIII di Bogor, 2006
Menyampaikan Ide ke publik
Berbagai ide dan gagasan unsur masyarakat selayaknya disampaikan kepada pejabat berwenang yang tepat. Jika beliau-beliau masih belum berkenan, padahal kita yakini baik, mengapa tidak kita jadikan saja isyu publik lewat media masa. Seringkali, karena opini publik, kebijakan terlahir dan memberi manfaat kepada masyarakat luas.
Seminar Nasional Perkebunan
Seminar ini diselenggarakan di Hotel Homann Bandung, 99 dengan pembicara Ditjen Perkebunan dan Ir Sonson Garsoni
Menjadi nara sumber berbagai Seminar
Bertempat di Grand Hotel Lembang, berlangsung seminar : " Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN)" menampilkan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat) sebagai nara sumber.
Menyampaikan usulan Menghadap Presiden RI Soeharto
Sonson Garsoni mendapat amanat ke Istana Negara mewakili komunitas bisnis pertanian Jawa Barat, 1996
Menyelenggarakan Lokakarya
Gubernur HR. Nuriana dan Ir Sonson Garsoni ketika Lokakarya Gerak Tanam Pangan Th 1998 di Gd Pakuan Bandung.
Menjadi nara sumber seminar Bisnis Indonesia
Seminar Nasional : "Memberdayakan Petani Lewat Koperasi" dilaksanakan di Hotel Preanger Bandung, 2005, menghadirkan pembicara : Prof Dr Bungaran Saragih, Ir Siswono Yudohusodo dan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat)
Dewi "Dee" Lestari
Artis - yang juga Novelis - Dewi Lestari bertandang ke CVSK -produsen komposter Bio Phoskko. Dewi, dikenal banyak membuat artikel tulisan tentang lingkungan dan pengelolaan sampah - dengan sukarela mengolah sampah di rumah dan lingkungan sekitarnya di Bandung.
Menjadi delegasi pada Working Group On Agricultural (WGA) Forum
Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Sjarifuddin Baharsyah bersama Ir Sonson Garsoni dalam Working Group On Agricultural - Forum Pertanian Indonesia dan Belanda
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar