Cari Info Peluang Usaha di Google

Memuat...

2006-04-09

Sarana Pemasaran Produk Agibisnis

EKONOMI

Sabtu, 27 Juli 2002

440_garis_atas.gif (100 bytes)

Untuk Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu
Pemasaran Agribisnis Sangat Penting

BANDUNG, (PR).-
Pemerintah begitu lemah dalam memfasilitasi petani dengan sarana dan prasarana pemasaran produk pertanian. Selama ini, pemerintah lebih banyak mengurusi sarana teknis seperti meningkatkan budidaya, sarana jalan, membangun irigasi dan kegiatan intensifikasi.

Padahal, menurut Sonson Garsoni Ketua Bidang Pertanian Kadin Jabar, sarana dan prasarana tentang pemasaran produk dinilai sangat penting guna mengembangkan dan merealisasikan sistem pertanian agribisnis terpadu di Jabar. Sarana pemasaran tersebut, mencakup sedikitnya empat hal. Antara lain, pertama, membantu petani melakukan procesing hingga mencapai final produk. Kedua, mendekatkan jarak transaksi perdagangan antara produsen dengan konsumen serta membantu memenuhi standar konsumen. Ketiga, membantu ketepatan waktu pesanan dengan mengandalkan fasilitas pergudangan. Terakhir, mempermudah kesepakatan pembiayaan serta pembayaran transaksi antara petani dengan konsumen.

”Inilah kunci agribisnis di era global. Selama ini, pemerintah sangat lemah dalam membantu sarana pemasaran tersebut. Sepanjang empat hal itu tidak dilaksanakan, maka banyak rantai ekonomi (perantara) yang memakan high cost production,” jelas Sonson ketika ditemui di kantornya di Bandung, Kamis (25/7) kemarin.

Bahkan jika program ”terminal agribisnis” yang diluncurkan pemerintah mengandung empat unsur tadi, dijamin pelaksanaan sistem agribisnis di lapangan dapat berhasil baik. Sayangnya, sambung dia, imej yang berkembang saat ini menyatakan terminal agribisnis itu sekedar pusat pasar komoditas pertanian yang mempertemukan produsen dan konsumen.

Dalam teknisnya, ia menjelaskan, tidak berarti pemerintah menjadi pelaku agribisnis. Melainkan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penetapan regulasi, yakni yang mendukung terhadap usaha petani serta kepuasan konsumen? Sehingga hasilnya dapat mengundang banyak investasi yang masuk di sektor pertanian. Tanpa diundang pun, dengan iklim usaha yang kondusif lewat mekanisme pasar dijamin investasi bakal datang sendiri.

Terlebih terciptanya iklim tersebut, menjadi faktor pendukung bagi pengusaha dalam memanfaatkan potensi bisnis komoditas pertanian. Hal itu secara langsung bisa membantu meningkatkan perekonomian nasional. Tetapi, tanpa mengesampingkan peluang usaha petani untuk ikut meningkatkan pendapatannya.

Dia menyebutkan, iklim kondusif itu seperti membuat peraturan kebijakan yang mendukung terhadap kemajuan usaha pertanian. Salah satunya, mengupayakan skema bank agar produk komoditas petanian termasuk poin coleteral (penjaminan aktiva).

”Terlepas pemerintah ikut berbisnis atau tidaknya, yang penting jangan sampai melaksanakan program agribisnis terpadu dengan sistem keproyekan yang sempat terjadi. Seyogianya petanilah yang menjadi pelaku usaha agribisnis, sedangkan pemerintah sebagai pembuat sistem,” ungkap Sonson. Akibat keproyekan, lanjut dia, relatif banyak gudang-gudang yang kosong, alat mesin pertanian yang tidak termanfaatkan oleh petani, dll. Padahal sarana itu sangat mendukung terselenggaranya sistem agribisnis menyeluruh. (A-67).***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Info Bisnis Populer

Kontak Info Bisnis

Kontak Info Bisnis
Telp: +62-22-87800115- 5946236, sms +62-811208648- 81572527115, e mail : marketing@kencanaonline.com, Jl. Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung, Skype : kencanaonline1, PIN BB : 288B2931

Selamat Membaca !

Sumber kliping Kencana Newsletter ini berasal dari berita media cetak harian umum (HU) Pikiran Rakyat, Republika, Bisnis Indonesia, Galamedia, Sindo, Tribun, Batam Pos, Tabloid Kontan, Tempo, dan lainnya.

Semoga tetap semangat dan selamat pagi !

Admin

Presentasi pada Seminar Pupuk Di Sahid Makassar Hotel

Presentasi pada Seminar Pupuk Di Sahid Makassar Hotel
Seminar pupuk menampilkan Ir Sonson Garsoni dengan topik : " Penggunaan Pupuk Majemuk Tablet (PMLT) Gramalet Pada Pertanian Nasional" di Hotel Sahid Makassar, 1977.

Menjalin hubungan baik dengan HKTI Nasional

Menjalin hubungan baik dengan HKTI Nasional
Sonson Garsoni bersama Ir Siswono Yudohusodo dalam suatu Forum Seminar Pemberdayaan Petani

Menjadi nara sumber Dialog Interaktif Pertanian

Menjadi nara sumber Dialog Interaktif  Pertanian
Sonson Garsoni ketika menjadi narasumber pada Diskusi Interaktif : " Ekses Formalin dan Usaha Mikro" di Bandung TV, 2006

Memasarkan Teknologi Olah Sampah

Memasarkan Teknologi Olah Sampah
Sonson Garsoni ketika bersama Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, M.Si mengunjungi stand pameran peserta Gelar Dagang Harganas XIII di Bogor, 2006

Menyampaikan Ide ke publik

Menyampaikan Ide ke publik
Berbagai ide dan gagasan unsur masyarakat selayaknya disampaikan kepada pejabat berwenang yang tepat. Jika beliau-beliau masih belum berkenan, padahal kita yakini baik, mengapa tidak kita jadikan saja isyu publik lewat media masa. Seringkali, karena opini publik, kebijakan terlahir dan memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Seminar Nasional Perkebunan

Seminar Nasional Perkebunan
Seminar ini diselenggarakan di Hotel Homann Bandung, 99 dengan pembicara Ditjen Perkebunan dan Ir Sonson Garsoni

Memimpin CVSK Annual Meeting

Memimpin CVSK Annual Meeting
Sonson Garsoni memimpin Rapat Kordinasi dengan agen distributor CVSK di Kaisar Hotel Jakarta, 2006

Menjadi nara sumber berbagai Seminar

Menjadi nara sumber berbagai Seminar
Bertempat di Grand Hotel Lembang, berlangsung seminar : " Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN)" menampilkan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat) sebagai nara sumber.

Menyampaikan usulan Menghadap Presiden RI Soeharto

Menyampaikan usulan Menghadap Presiden RI Soeharto
Sonson Garsoni mendapat amanat ke Istana Negara mewakili komunitas bisnis pertanian Jawa Barat, 1996

Menyelenggarakan Lokakarya

Menyelenggarakan Lokakarya
Gubernur HR. Nuriana dan Ir Sonson Garsoni ketika Lokakarya Gerak Tanam Pangan Th 1998 di Gd Pakuan Bandung.

Menjadi nara sumber seminar Bisnis Indonesia

Menjadi nara sumber seminar  Bisnis Indonesia
Seminar Nasional : "Memberdayakan Petani Lewat Koperasi" dilaksanakan di Hotel Preanger Bandung, 2005, menghadirkan pembicara : Prof Dr Bungaran Saragih, Ir Siswono Yudohusodo dan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat)

Dewi "Dee" Lestari

Dewi "Dee" Lestari
Artis - yang juga Novelis - Dewi Lestari bertandang ke CVSK -produsen komposter Bio Phoskko. Dewi, dikenal banyak membuat artikel tulisan tentang lingkungan dan pengelolaan sampah - dengan sukarela mengolah sampah di rumah dan lingkungan sekitarnya di Bandung.

Menjadi delegasi pada Working Group On Agricultural (WGA) Forum

Menjadi delegasi pada Working Group On Agricultural (WGA) Forum
Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Sjarifuddin Baharsyah bersama Ir Sonson Garsoni dalam Working Group On Agricultural - Forum Pertanian Indonesia dan Belanda

Memimpin Asosiasi Pupuk APPKMI Jawa Barat

Memimpin Asosiasi Pupuk  APPKMI Jawa Barat
Bertempat di Graha Kadin Kota Bandung berlangsung Musyawarah APPKMI ( Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia) Jawa Barat, 2007. Tampak hadir membuka Ir Lex Laksamana- Sekda Prov Jawa Barat mewakili Gubernur.

Info Bisnis on Facebook

KencanaOnline.Com on Facebook