Cari Info Peluang Usaha di Google

Memuat...

2005-04-18

Usaha Kompos Menguntungkan

TALAGABODAS, (GM).-Jika dalam dua pekan mendatang permasalahan sampah di Kota Bandung tidak diselesaikan, dipastikan Kota Bandung menjadi lautan sampah. Untuk itu, masyarakat rumah tangga harus berperan aktif mengatasi permasalahan sampah sehingga bisa mendapatkan profit.Terkait dengan itu, Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota Model Skala Lingkungan (kelurahan/ RW) yang terdiri dari Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI) Jawa Barat, Asosiasi Konsultan Non-Konstruksi Indonesia (Askindo) Jawa Barat, Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) Jawa Barat, dan Forum RW Kota Bandung akan membagikan 1 ton bahan pengolahan sampah menjadi kompos kepada masyarakat Kota Bandung.Bahan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan setiap warga RW di Kota Bandung untuk mengolah kompos yang kemudian dapat dijual Rp 200/kg ke AKU Jawa Barat selaku agen."Saya harap masyarakat tidak hanya tertarik karena keuntungannya, melainkan juga karena kesadaran menangani masalah sampah. Sehingga, masalah sampah ini sedikitnya bisa berkurang. Soalnya kalau kurang dari 2 pekan mendatang masalah sampah ini tak segera diatasi, Kota Bandung bisa menjadi lautan sampah," kata Ketua APPKMI Jawa Barat, Ir. Sonson Garsoni, kepada wartawan di Graha Kadin Kota Bandung, Jln. Talagabodas Bandung, Jumat (25/2).

Meskipun demikian, ia mengakui, pengolahan sampah menjadi kompos ini cukup menguntungkan. Ia mengatakan, dalam program ini AKU sebagai agen hanya menerima Rp 200/kg. Sedangkan harga di pasaran Rp 500 - Rp 600/kg. "Boleh saja kalau mau menjualnya ke pasar. Soalnya, yang terpenting 'kan bukan masalah uangnya, melainkan mengatasi permasalahan sampah ini," tegasnya.Upaya pengelolaan sampah ini dapat dilakukan warga RW atau komunitas rumah tangga. Untuk RW, pembuatan kompos dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah RW. Kemudian, profitnya dapat dimasukkan ke kas RW. Sedangkan untuk rumah tangga, ini dapat dilakukan dengan menggunakan bio reaktor mini yang terbuat dari drum plastik. "Kalangan rumah tangga yang berminat mengolah sampah jadi kompos tentu saja bisa mendapatkan bio reaktor mini ini," tambahnya.Selain dukungan dari masyarakat, Sonson juga berharap kegiatan ini didukung instansi terkait seperti Perum Perhutani. Instansi tersebut diharapkan dapat menyerap kompos sehingga minat masyarakat untuk mengembangkannya cukup tinggi.Kewalahan


Pada kesempatan yang sama, Dirut PD Kebersihan Kota Bandung, Drs. Awan Gumelar, M.Si. mengatakan, pihaknya menyambut baik rencana pengolahan sampah menjadi kompos yang dilakukan masyarakat ini. Pasalnya, selama ini pihaknya kewalahan menangani sampah karena tidak semuanya terangkut ke tempat penampungan akhir (TPA). Terlebih, TPA Leuwigajah untuk sementara tidak bisa dipakai sebagai tempat pembuangan sampah."Karena sampah tidak terangkut semuanya, saya memberikan edaran kepada masyarakat. Jika ada sampah yang kering dan mudah dibakar, saya anjurkan untuk dibakar saja. Tapi, program ini akan meringankan beban PD Kebersihan," ujarnya.Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung rencana gerakan darurat penanganan sampah. Namun, ia tidak mengetahui berapa jumlah anggaran yang disediakan pemerintah untuk menyokong program ini. "Saya belum tahu berapa anggaran yang nantinya akan disediakan. Lebih baik proposal mengenai gerakan ini disampaikan langsung kepada walikota," tuturnya.Sementara itu, Dr. Ir. Tualar Simarmata M.S. dari Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) mengatakan, saat ini perlu dilakukan perubahan paradigma manajemen limbah perkotaan secara komprehensif.Ia menjelaskan, produsen limbah rumah tangga, industri, dan usaha lainnya harus menanggung biaya pemrosesan limbah tersebut menjadi pupuk organik (kompos). Sedangkan konsumen yang memanfaatkan kompos untuk pertanian ekologis tersebut mendapat penghargaan dengan mendapatkan kompos yang sangat murah. "Konsep seperti ini sudah diterapkan di mancanegara," tambahnya. (B.44/B.95)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Info Bisnis Populer

Kontak Info Bisnis

Kontak Info Bisnis
Telp: +62-22-87800115- 5946236, sms +62-811208648- 81572527115, e mail : marketing@kencanaonline.com, Jl. Raya Banjaran No 390 Pameungpeuk KM 13 Bandung, Skype : kencanaonline1, PIN BB : 288B2931

Selamat Membaca !

Sumber kliping Kencana Newsletter ini berasal dari berita media cetak harian umum (HU) Pikiran Rakyat, Republika, Bisnis Indonesia, Galamedia, Sindo, Tribun, Batam Pos, Tabloid Kontan, Tempo, dan lainnya.

Semoga tetap semangat dan selamat pagi !

Admin

Presentasi pada Seminar Pupuk Di Sahid Makassar Hotel

Presentasi pada Seminar Pupuk Di Sahid Makassar Hotel
Seminar pupuk menampilkan Ir Sonson Garsoni dengan topik : " Penggunaan Pupuk Majemuk Tablet (PMLT) Gramalet Pada Pertanian Nasional" di Hotel Sahid Makassar, 1977.

Menjalin hubungan baik dengan HKTI Nasional

Menjalin hubungan baik dengan HKTI Nasional
Sonson Garsoni bersama Ir Siswono Yudohusodo dalam suatu Forum Seminar Pemberdayaan Petani

Menjadi nara sumber Dialog Interaktif Pertanian

Menjadi nara sumber Dialog Interaktif  Pertanian
Sonson Garsoni ketika menjadi narasumber pada Diskusi Interaktif : " Ekses Formalin dan Usaha Mikro" di Bandung TV, 2006

Memasarkan Teknologi Olah Sampah

Memasarkan Teknologi Olah Sampah
Sonson Garsoni ketika bersama Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, M.Si mengunjungi stand pameran peserta Gelar Dagang Harganas XIII di Bogor, 2006

Menyampaikan Ide ke publik

Menyampaikan Ide ke publik
Berbagai ide dan gagasan unsur masyarakat selayaknya disampaikan kepada pejabat berwenang yang tepat. Jika beliau-beliau masih belum berkenan, padahal kita yakini baik, mengapa tidak kita jadikan saja isyu publik lewat media masa. Seringkali, karena opini publik, kebijakan terlahir dan memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Seminar Nasional Perkebunan

Seminar Nasional Perkebunan
Seminar ini diselenggarakan di Hotel Homann Bandung, 99 dengan pembicara Ditjen Perkebunan dan Ir Sonson Garsoni

Memimpin CVSK Annual Meeting

Memimpin CVSK Annual Meeting
Sonson Garsoni memimpin Rapat Kordinasi dengan agen distributor CVSK di Kaisar Hotel Jakarta, 2006

Menjadi nara sumber berbagai Seminar

Menjadi nara sumber berbagai Seminar
Bertempat di Grand Hotel Lembang, berlangsung seminar : " Pelayanan Jasa Alat Mesin Pertanian (ALSINTAN)" menampilkan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat) sebagai nara sumber.

Menyampaikan usulan Menghadap Presiden RI Soeharto

Menyampaikan usulan Menghadap Presiden RI Soeharto
Sonson Garsoni mendapat amanat ke Istana Negara mewakili komunitas bisnis pertanian Jawa Barat, 1996

Menyelenggarakan Lokakarya

Menyelenggarakan Lokakarya
Gubernur HR. Nuriana dan Ir Sonson Garsoni ketika Lokakarya Gerak Tanam Pangan Th 1998 di Gd Pakuan Bandung.

Menjadi nara sumber seminar Bisnis Indonesia

Menjadi nara sumber seminar  Bisnis Indonesia
Seminar Nasional : "Memberdayakan Petani Lewat Koperasi" dilaksanakan di Hotel Preanger Bandung, 2005, menghadirkan pembicara : Prof Dr Bungaran Saragih, Ir Siswono Yudohusodo dan Ir Sonson Garsoni ( Kadin Jawa Barat)

Dewi "Dee" Lestari

Dewi "Dee" Lestari
Artis - yang juga Novelis - Dewi Lestari bertandang ke CVSK -produsen komposter Bio Phoskko. Dewi, dikenal banyak membuat artikel tulisan tentang lingkungan dan pengelolaan sampah - dengan sukarela mengolah sampah di rumah dan lingkungan sekitarnya di Bandung.

Menjadi delegasi pada Working Group On Agricultural (WGA) Forum

Menjadi delegasi pada Working Group On Agricultural (WGA) Forum
Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Sjarifuddin Baharsyah bersama Ir Sonson Garsoni dalam Working Group On Agricultural - Forum Pertanian Indonesia dan Belanda

Memimpin Asosiasi Pupuk APPKMI Jawa Barat

Memimpin Asosiasi Pupuk  APPKMI Jawa Barat
Bertempat di Graha Kadin Kota Bandung berlangsung Musyawarah APPKMI ( Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia) Jawa Barat, 2007. Tampak hadir membuka Ir Lex Laksamana- Sekda Prov Jawa Barat mewakili Gubernur.

Info Bisnis on Facebook

KencanaOnline.Com on Facebook