Cari Info Peluang Usaha di Google

2018-06-09

Bioindustri Singkong Sampai Menjadi Roti, suatu Prospek Bisnis

Harapan bagi ketersediaan bahan pangan murah, menyehatkan dan tersedia atau dapat dibudidayakan di hampir semua wilayah Indonesia, datang dari singkong. Data FAO (tahun 2007), yang keluar pada awal Desember 2009, menunjukkan bahwa Indonesia berada pada ranking keempat sebagai penghasil kasava. Menurut FAO, lima besar negara penghasil kasava adalah 1. Nigeria 34,4 juta ton; 2. Thailand 26,9; 3. Brasil 26,5; 4. Indonesia 19,9; dan 5. Republik Demokrasi Kongo 15 juta ton. Potensi Indonesia masih bisa lebih ditingkatkan lagi, mengingat budi daya singkong terhitung mudah dan murah, dibanding dengan serealia.

Mendirikan Instalasi Produksi Tepung Mocaf Skala Kecil di Sentra Produksi dilakukan dengan melengkapi instalasi produksi mocaf dengan pembangkit energi listrik dari limbah. Dengan demikian memiliki keuntungan ganda, mendapatkan listrik dan pupuk ( bagi peningkatan produksi ketela pohon) dan sekaligus, menyelesaikan limbah yang sering jadi masalah dalam pabrik pengolahan bahan singkong, misalnya tapioka.

Mocaf (modified cassava flour) merupakan tepung singkong yang dimodifikasi sehingga memiliki tekstur lebih baik yaitu putih, tidak berbau singkong, lembut, dan memiliki daya kembang lebih baik dibandingkan tepung singkong yang tidak dimodifikasi. Fermentasi yang digunakan dengan Saccharomyces cereviceae secara nyata dapat meningkatkan kandungan protein, lemak, Zn serta menurunkan zat anti gizi pada tepung singkong. Memang mocaf cenderung memiliki kadar protein yang lebih rendah namun memiliki kadar pati yang lebih tinggi.  Indeks Glikemik beras analog yang berbasis MOCAF berkisar antara 59 sampai 64 (Faperta UNEJ).

Untuk memberikan daya saing terhadap tepung (impor), perlu diupayakan efisiensi sistim produksi melalui mekanisasi yang dapat dilakukan di tingkat kebun serta penanganan (handling) logistik.
Produk olahan singkong (ubi kayu, ketela pohon, Manihot esculenta), terdiri dari dua jenis : tapioka (pati singkong, tapioca) dan kasava (cassava). Kasava pun masih terdiri dari dua jenis : cassava powder (tepung gaplek), dan cassava flour (tepung singkong). Di Indonesia, tepung singkong masih merupakan produk baru
Kehadiran pelaku bioindustri seperti PT CIPTA VISI SINAR KENCANA dalam sistim agribisnis singkong adalah menjadi penyedia alat mesin dan enzim fermentasi pati singkong, menjadi pemasar tepung mocaf ( modified Cassava). Secara umum, alat yang dibutuhkan untuk memproduksi tepung mocaf adalah pengupas dapat menggunakan mesin slicer/pemotong, mesin peniris chip singkong setelah fermentasimesin penepung, mesin ayakan, dan alat pengemas. 

Mesin ini merupakan sebuah mesin yang kami buat dengan tujuan ganda yakni dapat mengupas kulit singkong dan juga sekaligus dapat mengiris singkong , mesin pengiris singkong posisinya berada di bawah / ujung dari pengupas singkong , tujuannya adalah agar begitu jatuh , singkong tadi langsung di iris.

MPB 1000 L terbuat dari rangka dari bahan besi plat Mild steel, selobong isi berbahan plat stainless steel dan siku, berdimensi ( panjang 240cm, lebar 50 cm, diameter rotary dryer 25 cm), penggerak elektro motor (dinamo) 3 Phase, 3 HP memiliki kapasitas pengeringan biji atau cacahan 1 m3/ jam.  Dimulai dengan menghidupkan dinamo motor sehingga badan utama mesin berupa tabung ( rotary dryer) memanjang di dalam mesin akan berputar. Selanjutnya masukkan cacahan ke dalam corong pemasukan bahan baku. Dalam waktu yang singkat anda sudah mendapatkan cacahan yang kering pada corong pengeluran.

Prinsip memodifikasi sel singkong dengan cara fermentasi, menyebabkan perubahan karakteristik yang dihasilkan berupa naiknya viskositas (daya rekat), kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan solubility (kemampuan melarut) sehingga memiliki tekstur yang lebih baik dibandingkan dengan tepung tapioka atau tepung singkong biasa.


  1. Sortasi Dan Penimbangan.
Sebelum singkong diproses, disortasi terlebih dahulu untuk memisahkan singkong yang rusak dan tidak memenuhi standar mutu, kemudian setelah itu dilakukan penimbangan agar dapat diketahui berat kotor dan berat bersih sehingga dapat dianalisis total produk jadi dan dapat dihitung tingkat kegagalan.
  1. Pengupasan.
Pengupasan kulit singkong dapat dengan menggunakan mesin. Singkong yang telah dikupas sebaiknya ditampung dalam bak atau ember yang berisi air sehingga tidak menyebabkan timbulnya warna kecoklatan dan sekaligus menghilangkan asam sianida (HCN).


  1. Pencucian
Setelah dikupas, kemudian singkong dicuci dengan menggunakan air bersih. Hindari penggunaan air yang mengandung kaporit atau terkontaminasi bahan kimia. Penggunaan air yang mengandung kaporit akan dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri fermentasi terhambat.




  1. Slicing / chiping (pemotongan).
Singkong yang telah dicuci bersih kemudian dipotong-potong tipis-tipis berbentu chip berukuran kurang lebih 0.2- 0.3 cm.


  1. Fermentasi / Perendaman.
Proses fermenasi chips singkong dilakukan dengan menggunakan drum plastik yang diisi air kemudian dilarutkan starter Bio-Mocaf. Perendaman chip singkong diupayakan sedemikian hingga seluruh chip singkong tertutup air. Proses perendaman dilakukan 30-48 jam. 
    Perolehan tiap hari 9 m3 biogas yang memiliki kesetaraan dengan 27 KWH ( 27.000 watt jam) jika digunakan bahan bakar menjalankan genset. Atau, pada penggunaan 5 jam akan mampu memberi daya pada beban 5.400 watt. Sebagian atau seluruh biogas hasil pemurnian juga dapat digunakan sebagai bahan bakar kompor setara dengan 4,5 kg LPG/ hari.
  1. Penepungan.
    Berfungsi untuk membuat tepung dari bahan hasil pertanian seperti beras, kedelai, cabe kering, kopi, jagung, sorgum, dan aneka bijian pertanian lain sebagai bahan industri obat-obatan herbal, bumbu kering, pakan ternak dan sejenisnya.
Bagi skala kebun, dapat dilakukan penyederhanaan alat bantu (mekanisasi) dengan: 
1. Kupas umbi singkong dengan mesin parut untuk membuang kulit terluar berwarna cokelat dan kulit dalam yang tebal ( untuk digunakan pembuatan gula cair) 
2. Cuci bersih singkong untuk membuang tanah dan kotoran lain. Rendam dalam air untuk mencegah perubahan warna.

3. Rajang umbi singkong dengan MPO ( Mesin Pencacah Organik) atau penyawut (slicer). Ketebalan umbi kira-kira 3 mm.

4. Rendam irisan singkong dalam larutan starter 0,01% Enzym MOCAF dari bobot umbi segar. Seluruh bagian irisan singkong harus terendam. Fermentasikan selama 8—12 jam. Bisa digunakan tong drum ( tutup bisa diputar)

5. Tiriskan irisan dan segera pres dengan Pengepres/ Dewatering, dalam 6 jam supaya kering. Tanpa pres, pengeringan 18 jam.

6. Jemur irisan singkong beralas anyaman bambu atau plastik di bawah terik matahari. Kadar air ideal 12—14%.

7. Simpan irisan singkong kering dalam wadah plastik tertutup atau langsung digiling dengan mesin penepung ( dismill )

8. Ayak tepung hasil penggilingan dengan saringan 60 mesh sehingga siap pakai untuk pembuatan roti,kue.





Tepung tapioka maupun mocav (modified cassava) dari singkong diketahui mempunyai indeks glikemik rendah sehingga kadar gula darah yang ada di dalam tubuh tidak akan cepat naik menjadi menarik untuk dijadikan pengganti terigu dalam pembuatan nastar selai nanas.